XAVI HERNANDEZ

XAVI HERNANDEZ – Pemain kelahiran Terrasa ini besar dengan bermain sepal bola di jalanan. Memiliki urkuran tubuh paling kecil diantara teman-temannya, Xavi kecil sudah memiliki bakat ball possession yang kental. Ia sempat mendapat rekomendasi dari pencari bakay FC Barcelona, Antoni Carmona, pada saat berusia 6 tahun. Namun, saat itu sistem akademi hanya menerima pemain junior pada usia 11 tahun. Dengan ukuran tubuh yang kecil, bakat Xavi belum mendapat pengakuan. Pada saat usianya 11 tahun Xavi melakukan perjalanan ke Terrasa ke Camp Nou untuk berlatih dengan akademi. Kedisiplinan Xavi dalam menjalani keseharian diperkenalkan oleh sang ayah, Joaquim yang juga seorang pesepak bola di klub Sabadell. Kedisiplinan tersebut membuat Xavi tumbuh menjadi seorang profesional.

Pada musim 1997/98, dirinya bisa melenggang ke tim FC Barcelona B. Musim panas tahun 1998, dirinya dipromosikan ke tim utama oleh pelatih Louis van Gaal untuk bermain sebagai gelandang pivote. Xavi sempat akan menerima pinangan Manchester United karena eragam kritik yang timbul. Saatitu, ia dianggap mengambil posisi Pep Guardiola di tim inti. Namun, pada akhirnya Xavi tetap tinggal di FC Barcelona.

Nama Xavi dalam dunia sepak bola Spanyol memberi pengaruh besar bagi tim FC Barcelona dan Tim Nasional Spanyol. Statistik passing yang dilakukan oleh Xavi di setiap pertandingan tidak selalu sama. Dengan kesederhanaan permainan yang digabungkan dengan kesabaran, ia bsa melakukan passing yang tepat untuk tim. Xavi diangggap pemain yang paling konsisten di dunia sepak bola. Klaim yang menyebutkan bahwa Xavi adalah seorang gelandang tengah yang terbaik pada masanya dan mungkin sepanjang sejarah. Ini dilandasi pada kemampuannya melihat celah kosong di lapangan dan menmukan ruang yan tepat untuk dieksploitasi.seperti yang dikatakan olehnya “Itu yang saya lakukan, mencari ruang. Sepanjang hari, itu yang selalu saya lakukan”.

Kehebatan pandangan, passing yang akurat dan kontrol bola kelas dunia yang dimiliki membuat Xavi mmpu mendikte aliran bola dalam permaiann sambil terus mencari ruang yang tepat untuk satu tembakan bagus ke gawang lawan. Keahliannya mengendalikan permainan telah membuatnya mendapat sebutan “Si Dalang”. Talentanya yang luar biasa ini belum ada tandingannya meskipun dari La Masia telah muncul beberapa nama yang bisa disebut sebagai suksesor Xavi. Namun itu belum cukup. Sampai sekarang nama Xavi Hernandez adalah yang terbaik di lini tengah FC Barcelona.

Pada masa remaja, Xavi sudah menunjukkan talentanya yang melebihi teman-teman sebayanya di Akademi La Masia. Hingga pada musim 1997/98, Xavi dipromosikan ke tim FC Barcelona B. Penampilan senior pertamanya adalah pada bulan Agustus 1998 di bawah asuhan pelatih Louis van Gaaak. Di situ ia tampil melawan Mallorca di ajang Piala Super Spanyol. FC Barcelona kalah, tetapi Xavi memilai debutnya dengan menyumbang satu gol.

Gaya bermain Xavi mirip dengan seniornya Josep Guardiola dalam hal kemampuan mengendalikan tempopermaian dari lini tengah yang istimewa. Xavi meraih gelar kedua bersama tim utama FC Barcelona di bawah asuhan Frank Rikaard pada tahun 2005 meskipun pada akhirnya ia harus menyerah di sisa akhir musim akibat cedera lutut. Meski begitu, FC Barcelona meraih gelar prestisius di Liga Cahmpions setelah mengalahkan Arsenal di final dengan skor 2-1. Xavi bersama ANDRES Iniesta merupakan pasangan gelandang tengah yang luar biasa, mengantarkan FC Barcelona meraih enam gelar sekaligus dalam satu musim pada musim 2008/09.

FC Barcelona mungkin hanya bisa meraih satu gelar pada musim 2009/10, tetapi Xavi tetap membuktikan dirinya yang terbaik di lini tengah dengan memberi kesempatan dan menyuplai bola pada Lionel Messi untuk membantu tim meraih poin dan gelar. Singkatnya, Xavi adalah pusat kendali permainan FC Barcelona hampir di semua pertandingan yang dimainkan musim itu. Xavi juga menjadi man of the match dalam pertandingan final Liga Cahmpion 2011 melawan Manchester United yang dimenangkan FC Barcelona dengn skor 302.

Kariernya bersama Tim Nasional Spanyol juga berjalan lancar. Sejak memulai debut di tim nasional pada bulan November 2000, Xavi tidak pernah melewatkan satu turnamen pun.namanya juga ditasbihkan sebagai pemain terbaik ketika Spanyol meraihjuara Piala Eropa (EURO) 2008, yang merupakan trofi pertama tim nasional selama 44 tahun dan yang kedua selama sejarah mereka. Gelandang tengah yang bagai sebuah “metronoom” permainan ini, sekali lagi menyelamatkan tim dengan memenangi juara Piala Dunia 2010 yang pertama kalinya.

Meski Xavi seorang cules, tetapi dirinya bisa bersahabat debfab kiper Real Madrd, Iker Casillas, yang seorang madridista. Hubungan keduanya berawal dari pertemuan di Piala Dunia U-17 pada tahun 1997. Sampai sekarang, hubungan keduanya berjalan baik meski tidak selalu mulus.